SEO Teknis (Technical SEO) adalah optimasi pada aspek teknis sebuah website agar lebih mudah dipahami, diindeks, dan dirayapi oleh mesin pencari seperti Google. Ini adalah bagian penting dalam strategi SEO yang berfokus pada peningkatan struktur website untuk meningkatkan peringkat di hasil pencarian.
1. Struktur URL yang SEO-Friendly
- Gunakan URL yang singkat, deskriptif, dan mengandung kata kunci.
- Hindari penggunaan karakter khusus atau angka acak dalam URL.
- Contoh URL yang baik:
✅https://contoh.com/live-draw-sdy
❌https://contoh.com/?p=12345
2. Penggunaan Robots.txt
- Robots.txt adalah file yang memberi instruksi kepada bot mesin pencari mengenai halaman mana yang boleh atau tidak boleh dirayapi.
- Pastikan file robots.txt tidak secara tidak sengaja memblokir halaman penting.
- Contoh file robots.txt dasar:
3. Sitemap XML
- Sitemap XML membantu mesin pencari menemukan dan mengindeks halaman website lebih cepat.
- Gunakan Google Search Console untuk mengirimkan sitemap.
- Contoh URL sitemap:
https://contoh.com/sitemap.xml
4. Kecepatan Website (Core Web Vitals)
Kecepatan loading website adalah faktor penting dalam SEO teknis. Google menilai ini berdasarkan:
- Largest Contentful Paint (LCP) – Seberapa cepat konten utama muncul.
- First Input Delay (FID) – Seberapa cepat website merespons interaksi pengguna.
- Cumulative Layout Shift (CLS) – Seberapa stabil tampilan website saat dimuat.
Cara meningkatkan kecepatan website:
✅ Gunakan CDN (Content Delivery Network)
✅ Kompres gambar dengan format WebP
✅ Aktifkan caching browser
✅ Minimalkan penggunaan JavaScript dan CSS yang tidak perlu
5. Struktur Heading yang Benar (H1, H2, H3, dst.)
Heading membantu mesin pencari memahami struktur konten.
- Gunakan hanya satu H1 per halaman sebagai judul utama.
- H2 untuk subjudul utama, H3 untuk sub-subjudul, dan seterusnya.
- Contoh struktur heading yang baik:
7. HTTPS & Keamanan Website
- Gunakan SSL/TLS untuk mengamankan data pengguna dan meningkatkan kepercayaan Google.
- URL yang menggunakan HTTPS lebih diutamakan dalam peringkat pencarian.
- Contoh:
✅https://contoh.com(Aman)
❌http://contoh.com(Tidak Aman)
8. Canonical Tag untuk Menghindari Duplikasi Konten
Jika ada konten yang mirip atau duplikat di beberapa URL, gunakan Canonical Tag agar mesin pencari tahu halaman mana yang utama.
- Contoh penggunaan: